WARISAN BUDAYA KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
WARISAN BUDAYA KERAJAAN TIDORE
Masjid Sultan Tidore:
Masjid ini dibangun pada masa Sultan Zainal Abidin dan menjadi simbol pengaruh Islam di Maluku.
Kadato Kie (Istana Kie):
Istana ini dibangun oleh Sultan Syahjuan T. dan memiliki desain interior yang mencerminkan sejarah Kerajaan Tidore.
Benteng Torre dan Tahula:
Benteng-benteng ini menjadi saksi bisu perjuangan kerajaan dan pengaruh Portugis.
Tradisi Dabus atau Badabus:
Ritual ini merupakan seni bela diri dan kepercayaan tradisional yang masih dilakukan hingga saat ini.
Stempel Kesultanan Tidore:
Stempel ini digunakan untuk aspek legalitas dan hubungan dengan pihak luar kerajaan.
Makam Sultan-Sultan Tidore:
Lokasi pemakaman para sultan menjadi tempat bersejarah dan spiritual bagi masyarakat Tidore.
WARISAN BUDAYA KERAJAAN TERNATE
Kerajaan Ternate meninggalkan berbagai hasil kebudayaan, termasuk Istana Kesultanan Ternate, Masjid Jami Kesultanan Ternate, kompleks pemakaman sultan, dan benda-benda peninggalan di Museum Kesultanan Ternate. Selain itu, ada juga Benteng Tahula dan Benteng Torre yang menjadi saksi sejarah perjuangan melawan penjajah.
Peninggalan Fisik:
Istana Kesultanan Ternate: Bangunan utama yang digunakan sebagai tempat tinggal sultan dan keluarga kerajaan.
Masjid Jami Kesultanan Ternate: Masjid bersejarah yang dibangun oleh Sultan Hamzah.
Kompleks Pemakaman Sultan Ternate: Tempat pemakaman para sultan Ternate.
Benteng Tahula dan Benteng Torre: Benteng-benteng bersejarah yang menjadi saksi sejarah perjuangan melawan penjajah.
Museum Kesultanan Ternate: Menyimpan berbagai benda bersejarah seperti alat-alat perang, singgasana raja, dan Al-Qur'an tulisan tangan raja.


Komentar
Posting Komentar