SITEM EKONOMI KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
SISTEM EKONOMI KERAJAAN TERNATE
Sistem ekonomi Kerajaan Ternate bergantung pada perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala. Ternate menjadi pusat perdagangan cengkeh di Kepulauan Maluku.
· KEUNGGULAN EKONOMI
Ternate dan Tidore sering disinggahi pedagang karena lokasinya yang strategis. Pelabuhannya diatur dengan rapi, sehingga perdagangan berjalan lancar. Ternate menjadi pusat perhatian negara-negara asing. Setiap bangsa berusaha untuk melakukan kegiatan perdagangan di daerah Maluku
· PERAN DALAM PERDAGANGAN
Ternate membawa hasil utamanya, seperti cengkih dan pala, ke dalam rantai perdagangan di Nusantara maupun antarbangsa. Kepulauan Maluku, termasuk Ternate, dijuluki sebagai "The Spicy Island" karena melimpahnya hasil rempah-rempah. Cengkih dan pala merupakan barang dagangan yang diperlukan oleh bangsa Eropa.
SISTEM EKONOMI KERAJAAN TIDORE:
Sistem ekonomi Kerajaan Tidore bergantung pada perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan pala. Kerajaan ini terletak di Maluku Utara dan merupakan pusat perdagangan rempah-rempah yang terkenal.
· BAGAIMANA PEREKONOMIAN KERAJAAN TIDORE:
* Kerajaan Tidore dan Ternate bersaing ketat untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.
* Persaingan ini dimanfaatkan oleh bangsa asing, seperti Portugis dan Spanyol.
* Kerajaan Tidore pernah kalah cepat dari Ternate dalam menjemput Portugis.
* Pada masa kejayaan Kerajaan Tidore di bawah kepemimpinan Sultan Nuku (1797-1805), kerajaan ini berkembang pesat dan disegani oleh bangsa Eropa.
Gambar di bawah merupakan ilustrasi perdagangan cengkeh. Kerajaan Ternate dan Tidore

Komentar
Posting Komentar